I am not a Free man anymore :)

Ramadhan 1433H…

Yaa, Ramadhan tahun ini tidak akan pernah sama lagi dengan Ramadhan-ramadhan sebelumnya.  Ramadhan 7 tahun lalu saat pertama kali hidup jauh dari rumah (baca : kuliah), atau Ramadhan 2 tahun lalu saat pertama kali menjalaninya tanpa Ayah.  Ramadhan kali ini, saya sudah punya keluarga sendiri, sudah ditemani seorang istri 🙂 Dan yang lebih spesial lagi, 1 Ramadhan kali ini jatuh tepat di hari ulang tahun saya yg ke-26. How lucky I am 🙂

Yang jadi pemikiran kenapa harus membagi cerita ini adalah, saat kemarin sore-malam saya menyadari kalau sekarang saya bukan orang BEBAS lagi.

Jadi, kemarin sore Ibu telp bilang nanyain nanti malam bisa berkunjung ke rumah Mbah ga, beliau lagi masak-masak menjelang Ramadhan katanya. Dengan berat hati harus saya katakan kalau itu sepertinya sulit. Memang jarak Ciputat-Parung lebih dekat ketimbang Bekasi-Parung, tapi macetnya jam pulang kerja udah kebayang ga enak banget 😀 Belum lagi besok masih harus kerja.

Pertanyaan dalam hati yang sepertinya saya sudah temukan jawabannya adalah “Kenapa harus saya? Kan masih ada dua cucunya yang lain”, Tapi memang begitu keadaannya, Mbah saya ini memang memiliki porsi rasa sayang yg lebih besar kepada saya ketimbang dua cucunya yang lain. Dan Ibu saya pun sepertinya memang menaruh harapan terbesarnya ya pada saya. Saya sadar kalau saya ternyata terlampaui sering membahagiakan mereka bukan hanya dari segi materil. Bukan ingin sombong atau apa, tapi saya percaya dengan ungkapan bahwa :

“Setiap orang akan selalu kembali kepada siapa yang meninggikan-nya, bukan yang merendahkan-nya”

Malam tadi saya ingin berteriak, kenapa saya tidak bisa membelah diri. Membagi sebagian diri saya di Ciputat bersama dengan Istri & keluarga baru ku, membagi sebagian lainya di Parung bersama Kakek & Nenek ku, dan membagi sisa terakhirnya di Bekasi bersama Ibu & adik-adik ku. Semuanya, dalam rangka menyambut datangnya Ramadhan kali ini.

Pada fase ini saya menyadari, bahwa saya bukan orang bebas lagi. Banyak orang lain yang sayang dengan saya & berharap saya bisa meluangkan waktu sejenak untuk berbagi cerita, tawa & pengalaman tentang perjalanan hidup seoarang manusia biasa. Saya masih sangat jauh dari kata adil dalam berfikir, ber tutur kata & bersikap, tapi semoga Allah SWT selalu membimbing saya untuk mampu menyenangkan semua orang yang saya sayangi.

My Family

Satu hal yg sangat saya syukuri saat ini adalah saya sudah ditemani oleh seorang Istri yang luar biasa hebat 🙂 :*

Engkau memang Maha Adil ya-Rabb…

-Jaki-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s