Half Billion Investment called HOME

Alhamdulillah…Puji syukur tak terhingga kepada Allah SWT atas segala kebaikan-Nya ๐Ÿ™‚

Setelah melalui perjalanan panjang (+/- 6 bulan), kini senyum mulai bersemi di wajah kami. Tanah seluas 161m2 yang kami putuskan untuk menjadi tempat kami berteduh, kini telah menunjukan kesuburannya, sebuah bangunan seluas 39m2 pun tumbuh dengan gagahnya. Siap melindungi kami dari panas & hujan, memeluk kami dari gelapnya malam, merekam setiap momen bahagia & sedih kami, sampai kami tak mampu lagi berperan di dalamnya.

Grand Serpong 2, sebuah komplek perumahan di daerah Ciputat (Jl. Ciater Raya) kami pilih untuk menjadi investasi kami sampai beberapa tahun kedepan. Dekat dengan pintu tol BSD (+/- 3KM), jalan lebar & sudah di beton, layout & desain rumah bagus, gorong2 sudah bawah tanah, dll adalah alasan kami memilih GS2. Walau jujur harus diakui kalau alasan terpenting nya adalah lokasi rumah yang tidak jauh dari rumah Mertua gw, so whenever we need something or everything, we just need to 1Km walk. ๐Ÿ˜€

Grand Serpong 2 Gate

Harga rumah yang kami pilih adalah 442 juta Rupiah, harga normalnya adalah 300jt-an, tapi karena kami pilih yang Hoek, jadi aja membengkak segitu harganya. ๐Ÿ˜€ Dengan tanda jadi 5jt rupiah, kami siap bergabung menjadi #pejuangKPR jilid sekiaaannn..Hahahaa..

Down Payment sebesar 20% kami cicil sebanyak 6 kali, awalnya kami sempat ketar-ketir karena saat itu kami juga sedang menyiapkan Pernikahan kami. But, for a God sake, there is a way if you have a will. Awalnya kami mengira pembangunan rumah baru akan dimulai setelah kita lunas bayar DP & melalui proses akad kredit. Tapi ternyata setelah kita bayar ย DP pertama, mereka mulai bangun rumahnya. Berikut foto progress perkembangan rumah kami.

Bulan ke-2
Bulan Ke-4
Bulan ke-5
Bulan Ke-6

Ada percakapan yang terdengar lucu, tapi cukup menghela nafas juga saat kami mengontrol perkembangan rumah. Berikut :

“Istri : Kayanya rumah yang sebelah kok cepet banget pembangunannya ya..”

“Suami : Iya, makanya bayar cicilan DP nya biar cepet akad kredit..”

Seketika kami pun tertawa menyadari dimana letak jawaban dari pertanyaan kami, selanjutnya terdengar helaan nafas yang panjang yang menggambarkan beban kami untuk segera melunasi cicilan DP nya.

Gambar terakhir diatas adalah gambar yang kami ambil setelah akad kredit dengan Bank Mandiri. Pengajuan kredit sebesar 353jt Rupiah kami disetujui, cicilan yang harus kami bayar tiap bulan adalah 3.1jt selama 15 tahun…*ngemut pager* ๐Ÿ˜€

Apakah masalah selesai? Tidaaakkkkk..Sekarang kami pun masih harus memutar otak, memikirkan bagaimana caranya mengisi rumah kami. Dari yang besar seperti tempat tidur, lemari, sofa, meja makan, tv, kulkas, ac, mesin cuci, sampe yang paling kecil semisal sendok & garpu, sudah di list oleh istri tercinta.

Beberapa yang printilan sudah mulai dicicil saat kami pergi ke IKEA Singapore, konsep meja makan unik di IKEA pun kami tiru untuk di buat di Cirebon, dan peralatan elektronik akan coba didapatkan dengan memanfaatkan fasilitas cicilan Kartu Kredit…Hahahahahaaa..

Ini IKEA Singapore
IKI Cirebonan ๐Ÿ˜€

Sungguh perjuangan yang luar biasa dari kami, kelompok kelas pekerja yang ingin membuktikan pantas berada di kelas menengah, NGEHEEEE…!!! ๐Ÿ˜€

Ps : Rasa lelah ini pantas diganjar tidur siang di Ubud & menikmati sunset di Pantai Padang-padang. #kodeSeKodeKodenya

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s