Berpesta Demokrasi edisi ke-11

Setelah beberapa minggu mengendap di kolom draft, akhirnya terbit juga ini tulisan.

Semenjak Pemilu 1955, Indonesia sudah menyelenggarakan pesta demokrasi sebanyak sepuluh kali. Terlepas dari Pemilu 1971-1997 yang rasanya tak pantas disebut pesta karena baik peserta dan pemenangnya yang sudah pasti itu-itu saja, Pemilu tahun ini jadi yang ketiga kalinya kita bisa memilih Presiden secara langsung.

Riuh berita tentang Pemilu hampir setiap hari membanjiri media masa baik cetak & elektronik, juga media sosial, bahkan sampai melalui sms langsung, walau kadang terselip juga sms mesum yang minta di add pin BB nya. Bahhh, hari gini masih pake BB, hahahahaa.

Beberapa waktu lalu saya pernah post di media sosial Path tentang bahwa Pemilu 9 April 2014 nanti adalah fase Pemilu yang lebih penting ketimbang pemilihan Presiden setelahnya pada 9 Juli 2014. Karena Pemilu Calon Legislatif adalah gong pembuka untuk Pemilu Presiden, dan mereka lah sejatinya yang benar-benar harus kita pilih dengan benar. Di tangan mereka lah semua keputusan yang katanya untuk kepentingan rakyat dibuat. Mereka yang sering nongol di berita lewat kasus korupsi nya, lewat berita tidur saat rapat, lewat berita plesiran ke LN dengan alasan studi banding, lewat berita menonton bokep saat rapat, lewat berita pembangunan gedung baru & yang paling baru saat mereka ingin merevisi UU dalam rangka melemahkan KPK.

Jadi pastikan kalian berikan suara pada Pemilu 9 April nanti setelah kalian mengenali calon yang kalian akan pilih. Memilih boleh tapi jangan asal ya karena ini bahaya, nasib kita 5 tahun kedepan ada di tangan mereka lho. Golput pun boleh asal kalian memang benar2 merasa tidak ada calon yang pantas mewakili kalian, tapi at least kalian datang ke TPU untuk merusak surat suara tersebut sehingga tidak akan di salah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Contohnya saya yang ada di Dapil Jabar VI, saya sudah dapat Caleg untuk DPR & DPD, tapi sampai sekarang masih belum tau mau pilih siapa untuk di DPRD Provinsi & Kota. Jadi kemungkinan saya akan golput di dua surat suara tersebut, dengan cara mencoblos sebanyak mungkin foto caleg di surat suara tersebut, sehingga akan di anggap tidak sah.

Gimana cara cari taunya? Sekarang udah banyak banget teknologi informasi yang dibuat untuk mengenali mereka. Baik dari KPU sendiri di web KPU.go.id , atau di web Ayovote.com , atau yang paling friendly di web Jariungu.com. Jadi jangan malas untuk cari tau tentang mereka, jangan teriak memaki yang golput karena alasan skeptis, karena sejatinya kalian sama saja.

Kita memang & pasti tidak kenal dengan mereka, tapi dengan mau mengenali baik dari segi Domisili, Tanggal lahir, riwayat pendidikan, pekerjaan, pengalaman organisasi, dll kita sudah bisa menilai & mengambil keputusan sebaik apa kualitas mereka. Saya jamin bakal banyak yang bisa di jadiin bahan olok-olokan deh. Hahahahahahaa.

Sedikit informasi subjektif dari saya yang mungkin berguna untuk kalian yang akan memilih, berikut :

  1. Kalau ada serangan fajar diterima saja, lumayan buat nambah uang jajan.
  2. Berpakaian yang wajar, ndak perlu pakai kaos gratisan dari partai karena masa kampanye udah lewat.
  3. Saat masuk ke bilik suara harap antri, dilarang berduaan dengan pacar, takut salah colok.
  4. Usahakan tidak memilih calon incumbent (calon yang sudah menjabat di periode sebelumnya) kalau kalian memang tidak merasakan adanya perubahan di daerah kalian. Di foto caleg pada laman web tersebut biasanya diberikan kode bahwa ybs adalah incumbent.
  5. Pada saat memilih jangan hanya mencoblos logo partai, tapi coblos juga nomor urut/nama caleg nya. Karena kalau kalian hanya coblos logo partainya maka suara kalian akan diberikan kepada caleg nomor urut 1 yang biasanya incumbent.
  6. Siapa saja yang berhak mencalonkan diri sebagai Presiden nanti akan bergantung dari seberapa banyak Caleg DPR di partainya yang menang di Pemilu hari Rabu nanti. Jadi kalau kalian tidak ingin Prabowo jadi Presiden, ya jangan pilih Caleg DPR dari Partai Gerindra. Ini hanya contoh, walau memang jadi keinginan sebagian besar WNI, bhkhikhik.
  7.  Foto caleg di surat suara jangan di gunting lalu dibawa pulang, hanya karena mirip dengan mantan.
  8. Pastikan senyum saat memasukan surat suara ke kotak suara karena siapa tau di foto ibu Ani untuk di unggah ke Instagram.

Kira-kira begitu saja info yang semoga bisa jadi bahan rujukan bapak ibu sekalian. Yang masih kekeuh mau Golput, silahkan. Yang mau milih, pastikan kalian sudah tau siapa yang mau di pilih. Jangan sampai bingung saat nanti terima empat surat suara (kecuali Dapil DKI yang hanya tiga), lalu bingung liat foto ratusan orang untuk dipilih salah satunya. Ya, pacaran dengan satu orang & bertahun2 aja bisa gagal, apalagi disuruh milih satu dari ratusan orang dalam waktu 5-10 menit saja. Hehehee..

Kualitas pendidikan, kesehatan, kemajemukan, keamanan, dll di negara ini sampai 5 tahun kedepan akan ditentukan oleh pilihan kita esok.

Karena setiap anak yang dilahirkan tidak bisa memilih kewarganegaraan, maka kita sebagai orang tua/calon orang tua wajib meyakinkan bahwa mereka tidak lahir di negara yang salah.

Keren juga yak quote gue barusan. Hahahahahaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s