TourDeSumatra Chapter.2 Medan-Danau Toba (Day 4)

Kalau sering menonton film komedi atau Srimulat, maka ada kejadian lucu di pagi saat saya sampai di pool bus Putra Pelangi, Medan. Jadi, malam sebelumnya saya diinformasikan oleh pemilik rental mobil bahwa kami akan dijemput oleh supir (Bang Samuel) di pool bus, serta memberi nomor teleponnya juga. Nah, begitu tiba saya langsung menghubungi beliau.

Ps : Jika kamu dijanjikan untuk bertemu seseorang di pool bus, janganlah coba untuk turun di terminal. Walau di terminal pasti juga ada pool busnya. Jadi turun saja dipemberhentian terakhir bus tersebut ya.

Saya : “Halo, Bang Samuel. Ini saya Dewa yang rental mobil di MedanOneCarRental.”.

Bang Samuel : “Iya Pak, saya sudah di Putra Pelangi”, “Bapak sudah sampai kah?”.

Saya : “Sudah Bang, baru saja sampai. Sekarang lagi di parkiran nih.”.

Beberapa detik setelah memutar pandangan…

Saya & Bang Samuel : “Ahhh. Hahahahahaa. Lalu kami berjabat tangan, dan menuju mobil.”

Bayangkan scene adegan tersebut adalah saat kamu menelpon seseorang yang belum kamu kenal, begitupun sebaliknya. Tapi ternyata posisi kalian saling membelakangi. :)))

Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Danau Toba dan menginap di Taboo Cottages, kami mampir sejenak untuk sarapan di Medan. Begitu saya melemparkan pertanyaan ke Bang Samuel mana yang lebih enak antara Soto Sinar Pagi atau Soto Kesawan, dengan cepat dia menjawab “Soto Sinar Pagi lah, Bang” kental dengan aksen warga Medan kebanyakan. “Berangkat, Lae” timpal warga ibukota yang menirukan kernet Metromini.

IMG_4778
Asli ini Soto ENAAAKK BANGEETTT..!!

Setelah perut kenyang, mata pun mulai mengantuk. Berharap bisa tidur dalam perjalanan menuju Danau Toba, saya pun akhirnya selalu terjaga di sepanjang jalan. Kenapa? Apakah ada yang tertidur saat naik Metromini di ibukota? :)))

Harus saya akui cara berkendara supir asal Sumatra kebanyakan memang agak berlebihan, jadi saya maklumi jika WNI pertama yang bisa duduk di F1 adalah orang Solo. “Alon-alon asal kelakon, Mas”. 

Tapi, anehnya Bang Samuel ini tidak seperti lelaki Batak kebanyakan. Dia tidak merokok, suaranya sopan sekali, dan saat di Danau Toba kami ajak makan bersama dia sempat menolak lho. Saya heran, karena ini tidak seperti apa yang saya alami jika menghadiri pernikahan orang Batak.

Oiya begitu tiba di Pematang Siantar, saya minta mampir sebentar untuk membeli Roti Ganda khas Pematang Siantar. Roti yang dilapisi selai Srikaya ini sungguh enak, Rotinya lembut, Srikayanya juga bikin ketagihan.

IMG_4785
Roti Ganda khas Pematang Siantar

Lepas tengah hari, kira-kira pukul 2 siang akhirnya kami merapat di kota Parapat, kota terakhir sebelum menyebrang ke Pulau Samosir. Perjalanan dari Medan ke Samosir juga bisa ditempuh via Brastagi seperti yang kami lewati dalam perjalanan pulang esok harinya. Sepertinya agak lebih jauh dan lebih lama waktu tempuhnya. Tapi pemandangannya lebih menyenangkan. Dan, demi kenyamanan perjalanan saya sarankan kalian untuk sewa kendaraan saja dari Medan.

Di Pulau Samosir kami menginap di Taboo Cottages yang memiliki pemandangan luar biasa. Mau tau cerita serunya, dan mengapa kamu juga harus menginap disini? Cek langsung disini 5 Alasan Mengapa Kamu Harus Menginap di Tabo Cottages

“Brangkaaattt, laaee…”

 

 

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s