3 Langkah Murah & Cepat Mutasi STNK

Sesungguhnya sudah sejak 3 tahun lalu KTP saya di mutasi ke Tangerang Selatan, tetapi karena proses pembayaran pajak kendaraan masih bisa menggunakan SIM sebagai identitas pengganti KTP, maka baru tahun ini akhirnya melakukan mutasi STNK setelah Juli lalu SIM saya pun berubah alamat. Bingung? Ya pokoknya gitu deh. Hahaha.

Proses mutasi STNK ini bisa dilakukan sendiri, atau melalui biro jasa. Sempat periksa dengan biro jasa di Bekasi, biaya yang mereka tetapkan untuk proses mutasi (di luar pajak kendaraan) adalah 1 juta Rupiah, dengan waktu kurang lebih 1 bulan. Sudahlah mahal, lama pula. Tapi kalau mahal memang harus (tahan) lama kan ya? Hahaha.

Baiklah, kalau begitu berikut saya jabarkan mengapa proses mutasi STNK yang saya lakukan sendiri ternyata lebih murah, juga lebih cepat. Sebelumnya mohon disimak beberapa disclaimer dibawah ini.

  • Proses mutasi hanya bisa dilakukan jika BPKB sudah di tangan kita. Kalau masih di tangan orang lain, atau di tangan mantan, sebaiknya lupakan saja (prosesnya, mantannya jangan!.).
  • Beberapa biaya yang ditampilkan selain pajak adalah tanpa tanda terima, jadi mungkin berbeda kantor Samsat lainnya.
  • Proses mutasi ini adalah mutasi antar kantor Samsat, tetapi masih dalam satu Polda ya.

Proses Pertama (Kantor Samsat Polres Bekasi Kota)

  1. Jangan sampai salah mengunjungi kantor Samsat, jika bingung STNK kamu masuk wilayah mana silahkan cek di lembar pajak pada STNK. Oiya, untuk kantor Samsat Polres Bekasi Kota sudah pindah dari Barat ke Timur Bekasi.
  2. Kantor Samsat mulai beroperasi pukul 8 pagi, usahakan datang sebelum pukul 8 atau lebih sedikit saja.
  3. Dokumen yang harus disiapkan adalah, BPKB (asli & salinan), STNK (asli & salinan), KTP (asli & salinan), faktur pembelian kendaraan (salinan). Juga siapkan pena, dan kalau bisa salinan sudah ada, karena biaya membuat salinan dokumen (fotocopy) disana mahal. Mungkin dalam waktu dekat akan ada sinetron “Tukang Fotocopy Naik Haji”.
  4. Jika semua sudah siap, langsung menuju tempat cek fisik kendaraan yang letaknya di sebelah kanan gedung utama. Silahkan antri menunggu giliran di cek fisik oleh petugas. Kendaraannya ya, bukan kamu-nya. Proses cek fisik ini GRATIS, ya tapi kalau mau kasih tip boleh. Perlu diketahui, letak nomor rangka & nomor mesin ada di ruang mesin, dan Bekasi itu panas, jadi kebayang panasnya petugas melakukan tugasnya di ruang mesin yang panas di kota yang panas.
  5. Jika sudah, parkirkan kendaraan di tempat parkir yang tersedia (kalau masih pagi), lalu bawa dokumen cek fisik yang diberikan petugas bersama dokumen lainnya yang saya sebutkan di atas ke loket cek fisik yang berada di belakang gedung utama. Serahkan dokumen ke loket, sampaikan jika kita ingin mutasi, tunggu 10-15 menit sampai nama kita dipanggil, dan diberikan dokumen cek fisik yang sudah di legalisir. Jadi disini hanya proses legalisir untuk memastikan kendaraan kita bukan kendaraan curian. Proses ini pun tidak dipungut biaya.
  6. Lalu menuju ke lantai 2 di gedung utama untuk proses mutasi, berikan semua dokumen dari loket cek fisik (yang biasanya sudah disusun rapih oleh petugas) ke petugas di loket mutasi untuk diperiksa & diberikan formulir yang harus di isi sebelum diserahkan ke loket fiskal. Formulir tersebut berisi data kendaraan yang kurang lebih sama dengan apa yang tercatat di STNK. Jika formulir sudah di isi, berikan ke loket fiskal beserta dokumen, tunggu sampai nama kita dipanggil, dan diminta bayar 30 ribu Rupiah.
  7. Jika proses fiskal beres, kembali ke loket mutasi, berikan dokumen beserta fiskal ke petugas, tunggu sampai dipanggil, dan diminta bayar langsung ke petugas biaya mutasi sebesar 350 ribu Rupiah. Petugas menginfokan bahwa dokumen mutasi saya bisa di ambil esok harinya, saya sampai menanyakan ulang “Besok, Pak? Are you serious?”. Karena beberapa orang disana ada yang sampai 1 bulan prosesnya, dan lebih mahal biayanya. Tetapi berhubung Bekasi jauh, atau rumah saya yang jauh? Ah sama saja, dan ragu kalau besok selesai, jadi saya mundurkan sampai 3 hari berikutnya untuk pengambilan dokumen mutasi.
  8. Kita akan diberikan salinan STNK, BPKB, dan KTP, beserta tanda terima untuk pengambilan berkas mutasi yang tercantum tanggal kapan dokumen mutasi bisa di ambil.
  9. Proses pertama selesai, total waktu yang dibutuhkan 120 menit, dan total biaya yang saya keluarkan adalah 400 ribu Rupiah (Biaya mutasi, biaya fiskal, tips cek fisik, dan es teh manis).

Proses Kedua (Kantor Samsat Polres Bekasi Kota)

  1. Proses kedua kembali ke kantor Samsat Polres Bekasi Kota untuk mengambil dokumen mutasi. Kali ini agak kesiangan karena saya baru tiba pukul 10 pagi dengan asumsi, hanya pengambilan dokumen saja harusnya tidak lama.
  2. Langsung menuju lantai 2 gedung utama, menuju loket mutasi, dan berikan tanda terima ke petugas, tunggu sampai dipanggil dan kita akan diberikan satu bundle dokumen mutasi kendaraan.
  3. Sudah selesai? Belum. Kita diminta kembali ke bagian arsip yang ada di belakang gedung utama untuk mengambil dokumen yang isinya kurang lebih faktur pembelian kendaraan dari ATPM. Harap dokumen diperiksa kembali setelah diterima, karena kemarin kejadian pada saya, faktur yang diberikan ke saya adalah untuk Toyota Agya yang entah milik siapa, bukan Honda Civic yang juga entah milik siapa. Hahaha.
  4. Proses kedua kali ini praktis tanpa biaya, dan hanya memakan waktu 45 menit.

Proses Ketiga (Kantor Samsat Polres Kota Tangerang Selatan)

  1. Jika proses kedua tadi saya tidak kesiangan, tidak ada faktor kesalahan faktur kendaraan, juga tidak kehujanan, proses ketiga ini mungkin bisa dilakukan di hari yang sama. Jadi saya putuskan proses ketiga ini saya lakukan 2 hari kemudian.
  2. Saya tiba di kantor Samsat Polres Kota Tangerang Selatan (di Ciputat) pukul 7.45 pagi, dan sudah lumayan ramai, tapi loket mutasi belum buka. Hahaha. Kantor Samsat tujuan harus sesuai dengan alamat di KTP ya.
  3. Di pintu masuk akan ada petugas yang menanyakan maksud dan tujuan datang ke Samsat, kemudian memeriksa kelengkapan dokumen. Untuk proses mutasi masuk ini kita tidak perlu lagi membawa kendaraan untuk di cek fisik, cukup dokumen cek fisik di Samsat sebelumnya di legalisir di loket cek fisik. Jika di Bekasi tidak ada biaya, di Tangsel saya diminta biaya legalisir 20 ribu Rupiah. Jika sudah, dokumen cek fisik yang sudah di legalisir ini di buatkan salinannya di gerai fotocopy terdekat. Dokumen ini akan diperlukan saat proses mutasi BPKB di Polda Metro Jaya.
  4. Lalu menuju ke lantai 2, serahkan berkas ke petugas di loket mutasi BBN 1, petugas akan cek dan memberikan kita formulir mutasi masuk yang harus di isi dan dikembalikan ke petugas. Isi formulirnya kurang lebih sama seperti formulir mutasi yang saya isi di Samsat Bekasi Kota.
  5. Jika sudah kembalikan ke petugas, kemarin beliau sempat menanyakan proses di Bekasi berapa lama, saya jawab 1 hari saja pak, lalu beliau malah menirukan saya “Satu hari, Pak? Are you serious?”. Auuukk ahhh.
  6. Tidak lama kemudian saya dipanggil lagi, dan diminta membawa dokumen yang sudah dia input ke dalam sistem ke lantai 1, loket TU Polri, sembari menginformasikan ada biaya 50 ribu Rupiah disini.
  7. Lalu berikan dokumen ke loket TU yang saya kurang paham proses apa yang terjadi disini, tunggu sebentar lalu dokumen saya pun di kembalikan tanpa ada perubahan apapun untuk dikembalikan lagi ke petugas di loket mutasi di lantai 2 tadi. Untung masih pagi, jadi kalau saya komen Zzzz…saya punya alibi mungkin saya masih ngantuk.
  8. Proses selanjutnya adalah saya diminta menunggu di loket kasih Bank Banten di bagian ujung, menunggu nama saya dipanggil untuk diberikan resi pembayaran. Tidak lama menunggu, nama saya dipanggil dan diberikan resi berisi jumlah pajak yang harus saya bayarkan di tahun 2017 ini. Jumlahnya tidak jauh berbeda, dan harga taksiran kendaraan terlihat lebih tinggi dibanding tawaran dari beberapa sales mobil saat saya utarakan bahwa kendaraan ini akan saya jual.
  9. Jika proses pembayaran sudah, maka tinggal menunggu nama kita dipanggil di loket STNK untuk mendapatkan STNK baru. Harap mendengarkan baik-baik, karena diruangan ini ada 3 pengeras suara yang saling bersaut-sautan. Saya pikir cuma pengeras suara masjid saja yang bisa saut-sautan saat adzan.
  10. Setelah kurang lebih 15 menit menunggu, akhirnya STNK baru diberikan ke saya beserta pertanyaan “proses mutasi BPKB mau dibantu atau jalan sendiri, mas?” Tanpa babibu saya dengan tegas bilang “Jalan sendiri saja, Pak”. Masa sudah sebesar ini masih perlu dibantu jalan. Hahahaha. 
  11. Pastikan BPKB dan KTP asli dikembalikan ya. Dan sembari menunggu plat nomor baru tercetak, silahkan membuat salinan untuk STNK baru. Hanya butuh waktu 15 menit nama saya dipanggil dari loket TNKB, dan nomor kendaraan saya pun berubah jadi ganjil, dan tiga huruf dibelakang tidak lagi dimulai dari huruf “K”, melainkan dimulai dari huruf “W” layaknya kendaraan kota Tangerang Selatan.
  12. Proses ketiga ini memakan waktu 3 jam, dan menghabiskan biaya 2.75 juta Rupiah untuk pajak kendaraan, dll.

Proses mutasi ini belum selesai, karena BPKB juga harus di mutasi. Karena belum saya lakukan, jadi belum bisa saya tuliskan, nanti saya perbarui lagi tulisan ini.

Bagaimanapun, proses mutasi STNK ini benar-benar jauh lebih murah, dan sebetulnya mudah jika mau luangkan waktu dan ikuti prosedur yang sudah tercatat. Harus mau baca, jangan malu bertanya, seperti seorang bapak yang bertanya ke saya di pintu keluar dengan nada agak berbisik;

“Pak permisi, kalau mau esek-esek dimana ya?” 

Astaghfirullah si Bapak yaaaa! :))))))))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s