Melbourne Itinerary for First Timer

“If Sydney is the girl you date; Melbourne is the girl you marry”. 

Sounds cliche? Yes it is. Walaupun saya belum pernah ke Sydney, tetapi mungkin pernyataan di atas ada benarnya, at least buat saya. Kenapa? karena saya langsung jatuh cinta sejak pertama kali menginjakan kaki disana. Ternyata saya tidak salah memilih Melbourne saat memutuskan kota mana di Australia yang akan saya kunjungin dari salah satu list konser Coldplay. Begitupun ketika akhinya memilih tempat untuk menyaksikan konser James Blunt, begitu tau Melbourne ada dalam daftar, langsung saya putuskan untuk membeli tiketnya.

Saya juga pernah menulis di caption salah satu photo saya di Instagram, “Melbourne ini seperti Eropa kelas jauh”, lagi-lagi walaupun saya belum pernah ke Eropa juga. :))) But, at least from what I`ve seen in any social media platform, I saw Melbourne has something in common with major cities in Europe, especially London. The city is more cultural and carrying a feeling of old world elegance and sophistication.

Tanpa panjang lebar, berikut saya sampaikan apa-apa saja yang harus disiapkan dan dilakukan saat akan berkunjung ke Most Liveable City in The World. 

*disclaimer: semua berdasarkan pengalaman pribadi, jika berbeda harap dimaklumi ya.

  1. Zona Waktu: GMT+3 (4 jam lebih lambat dari WIB).
  2. Bahasa: Inggris. Jangan lupa tambahkan “Mate” di setiap akhir percakapan dengan orang lokal.
  3. Mata Uang: Australian Dollar (AUD). 1 AUD=+/-Rp.10,500. Tips: Saya selalu selipkan USD.100 di ikat pinggang sebagai cadangan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tetiba ada barang diskon tetapi uang tunai AUD udah abis. :))
  4. Kode Telepon: +61. Untuk paket data bisa beli kartu lokal atau pakai paket roaming dari provider di Indonesia. Harga kurang lebih sama saja. Atau kalau pergi dengan keluarga, lebih hemat sewa pocket wifi.
  5. Stop Kontak: Pipih tiga kaki, sama seperti Amerika. Di setiap universal stop kontak pasti ada. Kalau tidak sempat bawa/tertinggal, bisa di beli di bandara atau kedai 7Eleven.
  6. Internet/Wifi: Di bandara, di Skybus, di hotel, di Fed Square, dan beberapa restaurant besar menyediakan free wifi.
  7. Tip: Sama kaya di Indonesia, you don`t have to, but you can if you want. Kalau saya biasanya kasih tip untuk petugas kebersihan hotel saat check out, dengan menyelipkan uang kertas di bawah bantal.
  8. Air Minum: Di beberapa tempat strategis biasanya ada tap water. Saya sarankan untuk membawa botol minum sendiri untuk selalu di isi-ulang, karena harga air mineral disana cukup mahal (AUD.3-5/botol).
  9. Jam Buka Toko: Australian is a morning person, jadi mereka biasanya mulai beroperasi lebih awal dan jam 5 sudah beres-beres. Tapi di area turis, toko biasanya buka hingga jam 9 (itupun baru mulai sunset).
  10. Visa: WNI butuh visa untuk masuk ke Australia. Visa sudah tidak di tempel di paspor, baiknya di print dan di bawa kemanapun kalian pergi selayaknya paspor. Untuk detail mengenai proses pengajuan visa Australia, bisa di cek disini. Oiya, sekarang proses pengajuan sudah bisa online!
  11. Waktu Kunjungan Terbaik: Perlu di ketahui bahwasanya Australia adalah negeri 4 musim versi belahan bumi bagian selatan, dan Melbourne adalah kota dengan 4 musim (Iya bisa pagi sejuk, siang panas, sore hujan deras, dan malam dingin). Temperatur sekitar 15-25 derajat celcius. Jadi tidak ada waktu kunjungan terbaik ke Melbourne, anytime you`ll get the 4 season experience in one day.
  12. Cara Ke Melbourne: Dari bandara CGK, penerbangan langsung hanya di layani oleh Garuda Indonesia dengan lama penerbangan 6 jam 30 menit. Sedangkan dari bandara DPS selain Garuda, ada Qantas, Jetstar, juga Malindo Air yang juga memiliki penerbangan langsung dengan waktu tempuh 6 jam. Alternatif lain bisa dengan 1x transit di SIN (SQ, Scott), atau di KUL (Malaysia Airlines, Air Asia). Silahkan di sesuaikan dengan fleksibilitas, waktu keberangkatan & pulang, juga yang paling penting adalah budget.
  13. Transportasi dari bandara Melbourne Tullamarine: Yang paling nyaman, murah, dan reliable adalah Skybus. Tiket bisa di beli di bandara atau kalau mau praktis seperti saya silahkan beli di web mereka disini. Tidak harus memilih tanggal karena tiket anda berlaku sampai 6 bulan sejak tanggal pembelian. Mereka beroperasi 24 jam/hari, 7 hari seminggu, dengan lama perjalanan sekitar 20-30 menit ke pusat kota (Southern Cross Station). Pilihan lain adalah taksi dan Uber yang akan lebih costly jika hanya pergi sendirian.
  14. Transportasi Dalam/Antar Kota: Melbourne punya Trams, Bus, dan juga Kereta. Trams mereka adalah trams dengan jaringan terbesar di dunia terdiri dari 24 rute dengan total jarak 250km. Untuk pembayaran, semua moda transportasi menggunakan kartu Myki card. Kartu bisa dibeli di stasiun, bandara, juga seluruh kedai 7Eleven. Saat beli biasanya akan ditanya untuk berapa hari, nanti langsung di isi nilai kartunya sesuai jumlah hari kita di Melbourne. Kalau naik Tram hanya tap myki card saat naik, begitupun dengan naik bus, untuk kereta kita harus tap saat naik & turun. Dan di Melbourne ada 1 tram khusus keliling kota yang gratis, bentuknya juga ikonik, untuk lebih lengkapnya bisa di lihat disini atau ajak saya ketemuan sambil ngopi. Hahaha. ps; Perlu di perhatikan jam operasional dari Trams karena tidak semua jalur beroperasi sampai malam, misalkan jam 9 malam baru mulai gelap tapi jam 10 sudah tidak ada tram kan gak lucu ya.
  15. Restaurant: Banyak, mulai dari lokal food, Greek, Spanish, Italian, Chinese, sampai Indonesian food ada. Rata-rata AUD.10-20 per porsi. Jangan lupa bawa saos/sambal sachet karena ya bule kan gitu makanannya hambar. Hahaha.
  16. Akomodasi: Hotel, hostel, atau Airbnb pasti ada. Tinggal disesuaikan dengan budget dan kebutuhan. Saat trip pertama saya tinggal di area utara (Atlantis hotel), dan trip kedua saya tinggal di area selatan via Airbnd (sharing room dengan warga lokal). Dua-duanya ada kelebihan & kekurangannya masing-masing.

Sekarang saya masuk ke itinerary versi saya untuk perjalanan selama 5 hari.

  • HARI PERTAMA.

Kebanyakan penerbangan internasional akan tiba di Melbourne Tullamarine airport pada pagi-siang hari, bisa langsung menuju CBD area dengan Skybus yang terleltak di pintu keluar bandara. Jika sudah tiba di Southern Cross Station, dan hotel kamu masih jauh sedangkan belum bisa check in bisa sewa loker berbayar disana (AUD.12 untuk 24 jam loker ukuran sedang). Lalu belilah Myki card di kedai 7Eleven, sebelum menuju ke Queen Victoria Market untuk cari makanan dan intip oleh-oleh.

Melbourne Market
Queen Victoria Market – Melbourne

Dari Southern Cross Station ke Queen Victoria Market naik apa? Jalan aja, cuma 1.5 Km atau 15 menit jalan kalau gak pake mampir foto di Flagstaff Garden. Lalu kenapa QVM jadi tujuan pertama? Ada dua alasan buat saya, satu saya perlu ngopi enak di Market Lane Coffee plus ngemil doughnut isi strawberry jam yang legendaris itu. Kedua, saya biasanya selalu ke tempat oleh-oleh di hari pertama untuk survey dulu berapa harga di turis area untuk di bandingkan dengan di tempat lain nantinya. Jangan kaget kalau harga buah disini lebih murah daripada di Indonesia, kenapa? Karena kebanyakan buah yang di Indonesia ya import dari Australia. Hahaha. Bisa habiskan waktu sampai saat check in hotel tiba, setelahnya istirahat dulu di hotel, kalau malam (ingat, disini jam 9 malam baru sunset jadi selow aja walau baru bangun jam segitu) udah seger bisa ke Federation Square untuk santai sembari menikmati suasana romantis yang disajikan oleh Yarra river. Oiya di Fed Square ada Melbourne Visitor Centre, kita bisa cari informasi atau beli paket tur disini.

Melbourne Coffee Shops
Market Lane Coffee
Federation Square
Flinder Street Station & Fed Square
River in Melbourne
Yarra River
  • HARI KE-DUA.

Untuk hari kedua saran saya ambil salah satu paket tour ke luar kota Melbourne. Bisa tur wine dan coklat ke Yarra Valley, ke Phillip Island liat penguin, trekking dan berendam air panas di Mornington Peninsula, atau seperti saya yang ikut tur satu hari penuh menyusuri Great Ocean Road. Paket tour bisa dicari & dibeli langsung di web viatour atau ke Melbourne Visitor Centre. Kisaran harga sekitar Rp.1 jutaan tergantung paket dan kebutuhan.

Lalu apa saja yang bisa dilakukan, dan di lihat? Kita akan melihat Koala di habitat liarnya di Kennet River, trekking sedikit ke hutan di Otway Rainforest, juga ke pantai di Port Campbell National Park untuk melihat 12 Apostles yang terkenal itu. Untuk cerita lengkapnya nanti saya tulis terpisah ya.

Melbourne Road
Great Ocean Road, Melbourne
  • HARI KE-TIGA.

Karena kemarin sudah full day tour, baiknya hari ini kita santai saja keliling Melbourne CBD, makan enak, ke perpustakaan, ngopi cantik di Laneway, foto-foto dengan latar mural-mural keren di Hoiser lane, belanja di mall dan shopping arcade terkenal di Melbourne, ke Chinatown, dll. Pertanyaannya, gimana caranya biar semua bisa ter-cover dalam satu hari tanpa bingung mana yang harus di dahulukan? Ikut free tour! Iyes it`s totally free kalau kamu tega! Hahaha.

Jadi free walking tour ini di gagas sama anak-anak muda Melbourne yang sayang sama kotanya, mereka akan guide kita keliling kota Melbourne dengan berjalan kaki. Tidak perlu daftar, langsung datang aja ke depan State Library Victoria, mereka mudah di temukan karena memakai kaos hijau cerah dengan tulisan I`m Free di kaosnya. Mereka ada 2x tour per hari yaitu jam 10.30 dan 14.30 dengan durasi tour sekitar 2-3 jam, saran saya ambil yang sore karena lebih sejuk udaranya. Nanti selesai trip jangan lupa kasih tip sepantasnya ya.

must to do in Melbourne
State Library Victoria, Melbourne
Tour in Melbourne
Free Walking Tour, Melbourne
Where to go in Melbourne
Melbourne CBD, Victoria

Kalau masih ada tenaga atau mau santai sambil nonton film bioskop di bawah cahaya bulan, bisa ke Royal Botanic Gardens. Disana setiap hari saat summer (December-April) selalu di gelar “layar tancap” berbayar. Kita bisa bawa rug, makanan, dan minuman sendiri tanpa di kenakan tambahan biaya, jadi kaya piknik di kebun gitu. Tapi kalau ga mau repot, disana ada yang jual makanan & minuman, juga bean bed yang bisa kalian sewa selama pertunjukan. Saran saya, karena ini di kebun dan malam biasanya dingin, jadi jangan lupa bawa selimut or at least pake celana panjang ya. Tiket bisa di beli online disini, atau langsung ke tiket box di TKP. Tapi kalau kamu berkunjung ke Melbourne selain summer, bisa ke Eureka Skydeck untuk melihat kota Melbourne dari ketinggian 297.3m Eureka Tower.

Cinema in Melbourne
Moonlight Cinema, Melbourne
Melbourne to see
Eureka Skydeck, Melbourne
  • HARI KE-EMPAT.

Sudah puas menjelajah Melbourne utara, hari ini kita jelajahi Melbourne bagian selatan. Di bagian selatan ini lebih ke daerah residensial rumah tapak, dan pantai. Yang suka pantai harus banget nikmatin sunset di St.Kilda beach, lalu ke St.Kilda pier untuk lihat penguin yang kembali ke habitatnya untuk istirahat. Mau main ke theme park yang biasa aja? Bisa ke Luna Park yang berada di sebelah St.Kilda beach. Kalau mau ngopi cantik sambil makan kue yang lezat, bisa ke Monarch cakes di Acland street ya. Disini kehidupan lebih “hidup” sampai malam karena rata-rata kids jaman now Melbourne biasanya pada ke St.Kilda kalau mau “having fun”.

Lalu yang paling penting, belum ke Melbourne kalau belum ke Bath Box ya. Itu lho kamar-kamar berwarna-warni di pinggir pantai Brighton yang dulunya digunakan untuk berganti pakaian dan mandi para pengunjung pantai. Biar lebih terlihat ber-moral sedikit katanya. 😀

St Kilda beach, pier
St Kilda
Australian Theme Park
Luna Park Melbourne
Bathing box in brighton beach
Brighton Beach Bath Box

Jika memang ingin menikmati sore di St. Kilda, dan bingung dari pagi ke siang enaknya kemana, saran saya mampir ke National Gallery of Victoria atau ke Shrine of Remembrance. Sebelumnya jangan lupa makan Gyu Tan Don di Menya Ramen dulu ya. Keduanya lebih memanjakan untuk mereka yang suka seni, dan museum sejarah. Di Shrine of Remembrance ini kita akan banyak melihat memorabilia serta mengenang perjuangan para tentara Australia yang gugur saat Perang Dunia I. Dari atap bangunan ini pun kita bisa melihat satu garis lurus jalan dari Melbourne CBD ke St.Kilda tepat di sisi bangunan ini.

Australia Memorials War
Shrine of Remembrance
  • HARI KE-LIMA.

Untuk hari terakhir bisa di habiskan untuk beli oleh-oleh, dan main ke Fitzroy. Daerah paling hype di Melbourne ini biasanya selalu ramai saat akhir pekan. Perjalanan bisa di mulai dengan keliling Fitzroy Gardens yang bagus dan sejuk, disini juga terdapat rumah Captain Cook yang mana jadi rumah/bangunan paling tua di Melbourne. Lalu siapakah James Cook ini sampai rumahnya dari Inggris dipindahin ke Australia? Dia adalah seorang pengembara dari Inggris yang berhasil menemukan benua Australia sampai mendapat julukan “Columbus Australia”. Walau kini menjadi perdebatan atas kebenaran temuan sejarah tersebut. Jika dia bukan yang pertama, lantas siapa? Apakah sejarah Australia perlu di tulis ulang? Kita tunggu hasilnya. 🙂

Gardens in Australia
Fitzroy Gardens

Jika sudah selesai napping di taman, mari kita jajan es krim/gelato paling enak di Melbourne, Gelato Messina. Ada 40 rasa yang sanggup memanjakan lidah kita, dan meredakan panas di luar. Jika di rasa sudah cukup jajan es krim nya, bisa lanjut jalan kaki keliling Fitzroy area untuk liat mural keren, toko-toko kecil yang jual baju, makanan, dan furnitur yang unik-unik. Beneran deh ini daerah tempatnya orang-orang kreatif di Melbourne kayanya. Pokoknya kalau ke Melbourne jangan lupa mampir ke Fitzroy ya!

Where to go in Melbourne
Fitzroy, Melbourne

Disini saya tidak banyak info untuk bagaimana cara kesana-kesini karena akan lebih mudah dan cepat jika googling di gmaps. Nanti disana juga akan di infokan berapa nomor tram, bus, atak jalur kereta yang harus kita naiki jika ingin menuju ke tempat yang kita tuju.

Untuk kalian yang merokok tidak usah khawatir, di Melbourne sedikit lebih bebas jika dibandingkan Singapore/Tokyo. Jadi kalau kalian perokok bawa stock yang cukup dari Indonesia ya, jangan sampai kehabisan rokok, karena disana harga per bungkus bisa Rp.300 ribuan. Selain itu hal yang justru harus kalian khawatirkan adalah kebiasaan warga lokal yang mendadak minta rokok sama kalian. Ke Melbourne dua kali, saya sudah di palak empat batang rokok! :))))))

ps: Saya belum merasakan musim dingin di Melbourne, dan main salju di Mt.Buller. Bikin trip apa nih? ;’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s