Road Trip Jawa 2019 – Temanggung

22 Desember 2019, hari pertama perjalanan darat akhir tahun kami di tahun 2019 dimulai. Terinspirasi dari perjalanan darat pada film Kulari Ke Pantai yang kami saksikan tahun sebelumnya, kota pertama yang jadi persinggahan pun adalah Temanggung. Kami bermalam di Omah Yudhi yang kebetulan pada saat kami check in hanya kami tamu satu-satunya, jadi serasa seluruh bagian dari homestay menjadi milik kami hari itu.

Hotel, Temanggung, Homestay, Hostel, Spedagi, Pasar Papringan
Omah Yudhi Temanggung

Perjalanan dimulai dari Tangerang Selatan pukul 5 pagi, barang-barang dan kendaraan sudah siap dan di sulap menjadi camper van ala kadarnya sesuai permintaan dari anak-anak. Mereka yang selalu semangat kalau di ajak jalan-jalan pun rela bangun pagi buta, mandi, lalu lanjut tidur lagi di mobil. Jika mengacu pada Google Maps, jarak yang akan kami tempuh hari ini adalah 477 km, dengan estimasi perjalanan sekitar 7 jam melalui tol Trans Jawa (keluar di Weleri/Batang). Sarapan pun kami lakukan di mobil sambil berkendara, dan tercatat kami hanya istirahat 3 kali (2 kali untuk buang air kecil, dan 1 kali saat makan siang di daerah Weleri). Karena kondisi lalu lintas yang cukup padat di ruas tol Bekasi-Karawang, juga hujan deras saat di Weleri menuju Temanggung, kami baru benar-benar tiba di Omah Yudhi sekitar pukul 4 sore. Suasana hujan gerimis, suhu sejuk khas daerah pegunungan, rumah kayu yang hangat, dan kamar mandi dengan air panas (penting!), benar-benar jadi tempat yang pas untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan hampir setengah dari panjang pulau Jawa (Anyer-Panarukan +/- 1084 km -red).

Spedagi Homestay, Hotel, Hostel, Temanggung
Omah Yudhi, Temanggung

Sebelum perjalanan saya sudah menginformasikan kepada anak-anak detail dari Omah Yudhi bahwa disini tidak akan ada pendingin ruangan, televisi, dan bahkan bangunannya jauh dari hotel. Mereka yang sempat menolak, akhirnya berbalik menjadi suka dan betah setelah tiba disana. Saat makan malam, kami pun dikunjungi oleh mbak Meida yang mengelola tamu di homestay ini untuk berbincang sedikit soal perjalanan, homestay, dan Pasar Papringan!

Saya sampai “manas-manasi” teman-teman kantor untuk merencanakan perjalanan kami berikutnya adalah ke Temanggung, menginap di Omah Yudhi dengan memesan semua pondokan (total ada 4 pondokan dan bisa menampung sampai 20 orang), lalu ke Pasar Papringan. Sudah hampir pesan untuk bulan April 2020, lalu pandemi datang, bubar jalan deh.

Hari pertama kami berjalan lancar, istirahat kami pun nyaman, dan jadi pengalaman baru untuk anak-anak menginap di desa. Kami pun siap untuk melanjutkan perjalanan hari kedua menuju Bromo!

Temanggung hotel, homestay, hostel
Spedagi Homestay/Omah Yudhi

Biaya hari pertama;

  • Bahan bakar kendaraan (Shell Super): Rp300,000.-
  • Tol: +/- Rp300,000.-
  • Penginapan: Rp700,000.-
  • Makan dll: Rp200,000.-

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s